 |
| indahnya kawah ijen |
Beberapa
minggu yang lalu ketika saya berkunjung ke negri tetangga Malaysia, ada
suatu keanehan yang menyembul dikepala.. ada pertanyaan-pertanyaan yang
muncul dan saya sendiri malas mencari tahu jawabannya. Bagaimana bisa
Negri Jiran Malaysia yang hanya negara kecil, sumber daya alam terbatas,
bahkan mereka merdeka jauh setelah Indonesia malah mampu tumbuh
berkembang menjadi negara maju yang tertata begitu rapi. Tempat wisata
di Malaysia tidak banyak dan tidak seindah / seeksotis negriku
Indonesia, tapi negara ini sukses menarik banyak wisata baik domestik
maupun mancanegara untuk datang berkunjung ke Malaysia. Tahun ini
adalah tahun Visit Malaysia 2014 sehingga layak saja begitu banyak
wisatawan yang datang ke sana.
Saya yang punya sentimen sendiri
dengan Malaysia, ingin menuliskan sebuah ulasan wisata dari negeri saya
sendiri "Indonesia" yang jauh-jauh-jauh lebih indah dibandingkan
Malaysia. Dalam tulisan ini saya akan menuliskan pengalaman saya ketika
berkunjung ke sebuah tempat eksotis di ujung timur pulau jawa, dimana di
sana kita bisa melihat "blue fire" alami yang mungkin tidak bisa
dilihat di tempat lain manapun di dunia. Saya akan mengajak kalian semua
menikmati indahnya kawah ijen di perbatasan Bondowoso - Banyuwangi Jawa
timur
Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar
di dunia. Yaitu memiliki tingkat keasaman mendekati nol, sehingga bisa
melarutkan tubuh manusia dengan cepat. Selain itu, suhu kawah yang
mencapai 200 derajat celcius menambah takjub akan kawah yang sangat
besar ini. Namun, dibalik semua itu, ternyata kawah ini menyajikan
pesona keindahan yang menakjubkan
Saya berkunjung ke kawah ijen
terakhir kalinya adalah sekitar 2 tahun lalu, namun masih begitu jelas
ingatan saya tentang tempat wisata eksotis satu ini. DIngin udara yang
menusuk sampai ke tulang, berhiking sampai dengan ketinggian 2386 mdpl
dengan lapisan udara yang tipis membuat saya kelelahan sebelum akhirnya
menikmati indahnya panorama kawah ijen. namun pengorbanan yang saya
lakukan sangat sepadan dengan pemandangan indah yang saya dapatkan
Kawah
Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan
danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang
yang sangat memesona. Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat
celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah
sensasi tersendiri.
Saat
pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen,
pemandangan yang indah dapat kita nikmati. Kawah Ijen yang berwarna
hijau kebiruan akan ditambah cahaya matahari yang berwarna keemasan
memantul di kawah tersebut. Di sekitar lereng kawah terhampar
pohon Manisrejo yang berdaun kemerahan, sedangkan batuan dinding kawah
berwarna belerang, kekuningan, kondisi-kondisi inilah yang membuat
panorama alam disini begitu mengesankan untuk dinikmati. Selain itu
fenomena alam lain yang terdapat di kawah Ijen yang tidak boleh
dilewatkan adalah Blue Fire atau Api Biru, yang muncul di tengah-tengah
penambangan sulphur, dan hanya bisa dilihat pada malam hari hingga
menjelang dini hari.
 |
| Bersama para Traveler |
 |
| blue fire |
Pemandangan
menjadi lebih unik lagi ketika dari celah celah tebing curam terlihat
begitu banyak para penambang belerang yang naik turun di sela-sela
lereng kawah. Sekitar kurang lebih 100 orang membawa bebatuan
kekuning-kuningan yang diatas pundaknya terlentang sebatang bambu dengan
sejenis keranjang bambu yang dipenuhi puluhan kilogram belerang
didalamnya yang tergantung disisi kanan kirinya. Beban yang dipikul
memiliki berat yang beragam mulai 80 kg sampai dengan 120 Kg. tiap orang
mondar-mandir, menggali belerang, naik turun, menuruni lereng beberapa
kilometer sebelum beban dijual dipelelangan, dalam sehari dapat
terkumpul belerang berkisar 6 sampai 7 ton. Itulah pemandangan alami
kawah ijen kesehariannya. Mereka dengan berani mendekati danau untuk
menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan
keranjang. Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar
kawah. Di sini asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung
sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang.
Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang
mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam
bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang
berwarna kuning. setelah belerang dipotong, para penambang akan
mengangkutnya dengan cara dipikul melalui jalan setapak. Beban yang
dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah
terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di
tebing kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3 kilometer.
hmmmmm.....
Indahnya
panorama alam kawah ijen yang sungguh sangat menawan berpadu dengan
kerasnya hidup dan perjuangan para penambang belerang di kawah ijen
melebur menjadi satu kesatuan yang unik dan menjadi daya tarik lokasi
wisata kawah ijen. saya bersyukur dilahirkan di tanah Indonesia dengan
seluruh keindahan alam yang tersebar di dalamnya. Meski begitu saya
masih berharap akan ada perbaikan kesejahteraan yang lebih baik untuk
rakyat negri ini. khusunya para penambang belerang di sekitar gunung
Ijen
Baik
lah, kawan-kawan tertarik mengunjungi kawah ijen? jika iya, saya akan
berbagi tips untuk mengunjungi kawah ijen beserta akses transportasi
yang bisa kita gunakan untuk menuju ke sana
check it out
==================================================================================================================================
Jalur Menuju Kawah Ijen
Untuk menuju Kawah Ijen, terdapat dua jalur utama, yaitu dari arah
Banyuwangi dan Bondowoso.
Jika menggunakan kendaraan umum, dari kota
Banyuwangi kita menuju ke terminal Sasak Perot/Banjarsari. Dari sini kita ganti kendaraan minibus jurusan Licin. Jarak
Banyuwangi
kota menuju Licin sekitar 15km. Jika menggunakan kendaraan bermotor
roda dua atau mobil pribadi dapat ditempuh sekitar 30 menit. Dari desa
Licin kita menuju kearah Sodong yang berjarak sekitar 8 km, melewati
Jambu bisa ditempuh dengan naik Truk perkebunan atau ojek dan bisa juga
dengan travel karena jalanan mudah di lalui oleh kendaraan. Perjalanan
melewati perkebunan kopi dan cengkeh serta hutan tropika yang indah.
Setelah tiba di Sodong kita melanjutkan perjalanan lagi menuju ke
Paltuding sekitar 10km dengan Truk/Ojek. Paltuding merupakan tempat
bertemunya jalur lewat dari arah Bondowoso dan arah
Banyuwangi.Sekitar
6 km sebelum Pal Tuding kita akan melewati jalan yang dinamakan
tanjakan erek-erek yang berupa belokan sekaligus tanjakan berbentuk S,
yang memakan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh
air hujan maupun truk pengangkut belerang setiap hari. Di Pal Tuding
kita harus melaporkan pendakian kita kepada petugas PHPA, dan membeli
tanda masuk. Kita bisa menginap di Pos PHPA ini dengan biaya sekedarnya,
juga menyewa sleeping bag bila diperlukan. Dari sini perjalanan ke
Kawah Ijen memakan waktu 2jam. Dari Pal Tuding perjalanan terus menanjak
melintasi jalan yang cukup lebar dengan pemandangan hutan alam yang
indah. Diperlukan waktu 1,5 jam maka kita akan sampai di Pondok
Penambangan Belerang. Pondok ini dibuat kantor penampungan hasil
belerang yang di dapat dari kawah. Di tempat ini kita bisa membeli
minuman dan makanan ringan. Dari Pondok ini hanya diperlukan waktu 0,5
jam lagi melewati jalanan yang datar kita akan sampai di Kawah Ijen.
TIPS
Saat
yangpaling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen adalah pada pagi
hari. Sebaliknya, lakukan pesiapan yang cukup jika akan melakukan
perjalananpada malam hari, karena medannya cukup berat.
- Jika ingin
melihat api biru, pendakianminimal dilakukan pada pukul 11 malam, karena
api biru terlihat jelas hinggapukul 3 dini hari
-Jangan menggunakan celana berbahan jins,tetapi pilih bahan kain atau celana cargo. Pilih sandal atau sepatu yang nyamandi kaki.
-
Gunakan penutup kepala dan telinga sertajaket untukmelawan suhu
dingin, gunakan penutup kepala & telinga, serta jaket, dan
- Janganminum terlalu banyak, cukup 1 atau 2 teguk setiap 15 menit, untuk mencegahproses pelambatan metabolism tubuh.
-Jangan
lupa membawa masker/penutup hidup karena untuk menujuKawah Ijen, anda
harus menyusuri jalan setapak menyusuri tebing kaldera,kadang-kadang
asap belerang tertiup angin melewati jalur tersebut.
Selamat Berwisata dan sukseskan Visit Indonesia 2014
Love
-M-