Showing posts with label Travel Journey. Show all posts
Showing posts with label Travel Journey. Show all posts

Tuesday, February 13, 2018

EKSOTISME JALAN GULA SURABAYA SEMAKIN TUA SEMAKIN MEMPESONA

Meski hanya sebuah gang sempit dengan diapit tembok tua dan jendela kayu reot nyatanya Jalan Gula Surabaya ramai sekali dikunjungi masyarakat yang gemar fotographi. Tidak sedikit pula pasangan yang melakukan foto prewedding dengan tema vintage di lokasi ini. 

Sebenarnya untuk berfoto dilokasi jalan gula ini pengunjung dikenai biaya parkir Rp.2000 dan uang kebersihan seikhlasnya, tapi karena saya datang sangat pagi sakali, jadi masih sepi dan tukag parkirnya pun belum datang. Kalau  datang lebih  siang saya bisa menyewa sepeda kebo tua sebagai properti foto. Tapi saya memilih datang sangat pagi karena memang ingin mendapatkan suasana sepi jadi lebih puas dan bisa menguasai spot foto dan malas bayar parkir.   
Salah satu alasan saya datang ke Jalan Gula adalah karena memang saya menyukai hal-hal berbau vintage. Saya suka bangunan-bangunan tua dengan ornamen bergaya eropa, dan china. Dan lagi bagunan -bangunan tua di surabaya ini menyimpan sejarah dan ceritanya sendiri. Cerita kehidupan kependudukan Belanda di jaman penjajahan. Bangunan - bangunan tua di Surabaya juga menjadi saksi bisu perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan. Meski sudah  berumur sangat tua, tapi rasanya bangunan-bangunan tua ini masih menyimpan  sisa kemegahaannya di masa lampau. Beberapa bangunan sudah direnovasi dan berubah fungsi menjadi perkantoran, hotel, pertokoan, Bank, Gudang dan ada pula yang dibiarkan tidak terurus dan belum mengalami proses peremajaan sehingga emm sangat disayangkan kondisinya sekarang sangat memprihatinkan dengan penuh coretan2 tangan yang tidak  bertanggung jawab. Namun meski begitu bangunan-bangunan tua yang ditinggalkan dan tidak terurus pun masih diminati penggemar fotografi untuk huntuing foto unik. Salah satu Tempat hunting foto di kota Tua Surabaya adalah di Jalan Gula





Jalan gula sebenarnya hanya sebuah gang sempit dengan kanan kiri bangunan tua peninggalan belanda. Meski terrgolong gang sempit namun jalan gula terbilang ramai lalu lanang pick up dan truk ukuran sedang bongkar muat barang dari pertokoan di Kya-Kya Kembang Jepun. Sementara itu bangunan-Bangunan tua yang ada di Jalan Gula mayoritas berlantai 2 dan 3 sehingga membuat jalannya teduh. 


Bangunan tua di Jlan Gula
Bagunan di Jalan Gula ini sepertinya merupakan bekas gudang tembakau yang sudah tidak terpakai lagi. Tembok2 Bangunan di jalan Gula inipun  sudah  sangat rapuh, tinggal batu bata lapuk dengan beberapa bagian tembok masih terpulas cat berwarna putih tulang kusam, jendela-jendela nyapun hanya tinggal kusen kayu reyot dengan teralis-teralis kuno berkarat yang seakan sedang menceritakan kisah sedih dari sebuah bangunan tua renta yang ditinggalkan

Kalau kita mendongak keatas kita juga bisa melihat tembok rooftop sudah ditumbuhi tumbuhan tumbuhan liar yang menurut saya ini menjadi aksesoris unik tersendiri yang menambah kesan tua dan mistis. Bahkan informasi yang saya dapatkan dari warga sekitar, jalan Gula ini memang cukukp "horor"kalau malam hari. Memang sih saya merasakan aura yang berbeda. Mungkin karena sudah sangat tua dan tidak terawat. Namun arsitektur kuno, pencahayaan yang teduh mistis, dan horor ini seperti menjadi satu kesatuan yang menjadi magnet tersendiri bagi para pecinta fotography untuk mengabadikannya menjadi sebuah foto yang unik. 

Namun sayang sekali eksotisme kota tua Surabaya khususnya di jalan gula ini belum mendapat perhatian secara dari pemerintah kota Surabaya khususnya dari Dinas Pariwisata.Memang di Surabaya ini banyak sekali banguna bagunan tua peninggalan jaman Kolonial Belanda yang masih megah berdiri kokoh yang seharusnya bisa menjadi cagar budaya dan bisa menjadi daya tarik pariwisata surabaya. 

Sungguh semakin tua semakin kau mempesona




Share:

Sunday, February 11, 2018

RANU KUMBOLO CALLING ~ REGISTRASI ONLINE PENDAKIAN SUPER KETAT

Pendakian, dan perjalan wisata akan  selalu terkenang jika diceritakan dan dituliskan. Dari sekian banyak  perjalanan wisata yang pernah saya lakukan, Kunjungan ke Ranu Kumbolo memiliki kisah sendiri yang susah dilupakan. And here iam.. back to Ranu Kumbolo. Ini adalah kunjunganku ke Ranu Kumbolo setelah kedatanganku pertama kesana di tahun 2012 which is itu 5 tahun lalu. 

Banyak sekali yang  berubah dan yang terjadi selama 5 tahun terkakhir. Aku rasa pengurus Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melakukan banyak perbaikan disana sini. dan yang paling berbeda adalah dengan menerapkannya pendaftaran online bagi pengunjung yang ingin mendaki Gunung Semeru. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mewajibkan seluruh calon pendaki untuk mengajukan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) secara online per tanggal 1 Oktober 2017. Aturan itu untuk lebih memudahkan mengontrol kuota dan mengecek para pendaki Gunung Semeru. per tanggal 1 Oktober, pihaknya juga bakal menghapuskan pendaftaran pendakian secara langsung di pintu pendakian Gunung Semeru. Jadi mulai 1 Oktober 2017 Pendaki sudah tidak bisa lagi melakukan pendaftaran langsung di pintu pendakian. 
Untuk lebih jelasnya disini aku akan menuliskan informasi tentang alur pendaftaran Online  Pendakian  Gunung Semeru

Alur pendaftaran Booking Online Pendakian Gunung Semeru

  • Calon pendaki wajib untuk melakukan registrasi online di website https://booking.bromotenggersemeru.org/ pilih menu online kemudian isi biodata. Pendaftaran online ini wajib dilakukan calon pendaki paling lambat 1 miggu sebelum rencana keberangkatan pendakian.  

  • Check email yang digunakan untuk melakukan registrasi, lihat jumlah kuota harian, dan biaya yang harus dibayarkan. Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memberlakukan kuota pendaki harian maksimal 500 orang pendaki. dengan tarif sebegai berikut:
    1. Wisatawan Domestik (Indonesia)
      Tarif baru Rp 17.500,-. (hari kerja) – Rp. 27.500,- (Hari libur) 
    1. Wisatawan Mancanegera (Turist asing)
      tarif baru Rp 207.500,- (hari kerja) – Rp. 307.500,- (Hari libur). sebenarya massih banyak pihak yang keberatan dengan kenaikan tarif harga tiket masuk wisata gunung Semeru terbaru ini, hasil yang di dapat akan dijadikan biaya perawatan sekitar kawasan wisata dan juga untuk membayar para petugas yang bekerja di area Taman nasional Bromo Tengger Semeru. Dengan begitu mereka dapat bekerja dengan baik dalam merawat keindahan kawasan wisata gunung Semeru dan sekitarnya
  • Melakukan pembayaran melalui Bank
  • Check email untuk  mengisi konfirmasi pembayaran
  • Check email untuk melihat bukti pembayaran.Bukti pembayaran harus dicetak untuk dilampirkan satu set dengan berkas dokumen pendaftaran lainnya
  • Check Kelengkapan dokumen dan syarat2 lainnya di Pintu masuk Pendakian Gunung Semeru. Dokumen yang diperlukan cukup banyak, jadi harus benar2 disiapkan oleh pendaki. jika kurang salah satu dari dokumen itu, kita bisa-bisa tidak mendapat ijin mendaki. Dokumen yang perlu disiapkan antara lain : 
    1. Membawa bukti transfer dari BANK
    1. Menunjukan Bukti Cetak Pembayaran dari Balai Besar TNBTS
    1. Membawa Surat Keterangan Sehat dari Dokter (harus dengan stempel basah)
    1.  Membawa Fotocopy KTP/KTM/Paspor yang masih berlaku
    1. Bagi yang belum memiliki KTP, membawa surat ijin dari orang tua/ bermaterai dan FotoCopy KTP orang tua
    1. Melengkapi peralatan/perlengkapan standart minimal mendaki gunung
    1. Cetak surat keterangan kesanggupan bermaterai 6000
**Semua dokumen dijadikan satu set kemudian dicopy 2x
Ingat harus well prepared ya. Siapkan semua di kota sebelum berangkat ke pos pintu Pendakian, karena kalau 1 dokumen  saja kurang kita tidak akan bisa mendaki. selain itu jangan pernah  berpikir untuk melengkapi dokumen ketika sudah sampai di Pos Pintu Pendakian, karena di desa Ranu Pane sangat minim fasilitas. kita akan sangat susah menemukan tempat fotokopi, rental printer atau sekedar toko penjual materai saja cukup susah.

Sebenernya peraturan yang diterapkan  Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ini cukup bagus, pendaki jadi tidak bisa asal2an  berangkat mendaki tanpa ijin dan kelengkapan yang  jelas, selain itu pendaki juga harus menyiapkan waktu, perlengkapan, dan  persiapan  yang matang untuk melakukan pendakian. Namun peraturan ini masih perlu banyak perbaikan. Syarat2 Dokumen yang tertera di website pendaftaran online masih kurang jelas dan kurang detail sehingga calon pendaki masih banyak yang  kebingungan. Contoh  nih pengalaman kami saat meyerahkan dokumen  kelengkapan ternyata surat keterangan sehat kami ditolak karena tidak ada stempel basah. Karena kami periksa kesehatan di Klinik perusahaan dan klinik universitas maka surat sehat yang kami dapat memang tidak ada stempel basah. Dan  lagi keterangan yang ada di web sebenarnya tidak ada yang mewajibkan dengan stempel basah.. Kekurangan lain adalah tidak jelas informassi berapa copy dokumen yang haru kami siapkan sehingga kami harus bolak balik ke desa untuk mencari warga yangbisa  membantu kami fotocopy atau ngeprint. Di Post pintu masuk pendakian juga sama sekali tidak ada fasilitas fotocopy dan printer. Petugas pun tidk memberikan solusi dan pelayanan kepada para calon pendaki. Para Calon pendaki yang kurang melengkapi data harus legowo menerima makian  dari petugas dan banyak juga yang gagal berangkat atau bahkan harus mendaki secara ilegal karena ketatnya peraturan dan banyaknyasyarat  dokumen yang  harus dipenuhi.  Jadi aku rasa pihak pengurus Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru perlu melakukan koreksi serta memperbaiki Informasi dan layanannya agar para calon pendaki dapat lebih mudah mempersiapkan syarat2 pendakian. Bagaimanapun para Pendaki adalah customer yang memerlukan pelayanan yang nyaman dan jelas.

Share:

Sunday, January 28, 2018

12 JAM DI MAKASAR

It was my 2nd visit to makasar, dan seperti kunjungan-kunjungan dalam rangka perjalan dinas yang selalu saya lakukan sebelum sebelumnya ini, saya memang gak pernah lama stay di suatu daerah. Macam-macam sih alasannya.
1 Karena sudah ditungguin suami di rumah, maklum saya dan suami LDR jadi ketika suami lg dirumah, waktu bertemu jadi sangat mewah dan berharga
2. Karena menghemat uang saku perjalan dinas
3. Karena dinas sendiri its mean gak ada temen buat jalan-jalan. Gak asik dong  jalan sendiri mending pulang
4. dll
Nomer 2 biasanya jadi alasan yang paling sering terjadi

So kali ini aku datang ke Makasar untuk keperluan meeting pagi dengan salah satu perusahaan di sana. Aku berangkat dari Surabaya pukul 05.00 dan sampai di Makasar pukul 07.00. kemudian meeting dengan klien jam 8 pagi sampai jam 1 siang and done! time to refresh. Setelah segala keruwetan yang terjadi selama meeting, i think i need to reward my self. jauh2 dari surabaya ke Makasar masa iya cuma dapat omelan dari klien, yuk ah cus saja jalan2 sambil ngademin otak dan hati.. Sementara Flight pulang masih jam 9 malam, its mean masih ada waktu sekitar 8 jam untuk jalan2 di Makasar. Dapat apa saja sih 8 jam di makasar??

1. Jalan2 di Pantai Losari & Makan Pisang Epeh 13.00 - 16.00 WITA
Pertama aku putuskan saja untuk mengunjungi wisata iconic makasar apalagi kalau bukan Pantai Losari. lumayan untuk foto2. Katanya belum ke Makasar kalau belum ke pantai Losari. Dari tempat ku meeting di kantor PLN Wilayah Sulutenggo Ke Makasar aku naik Taksi Bo***a dengan tarif sekitar 80rb. sesampainya di Pantai Losari aktifitas yang bisa kami lakukan tidak banyak hanya foto2 berkeliling melihat lihat. Pantai ini katanya sih bagus banget kalau pas matahari terbenam. Romantis dan indah banget. kalau sendirian ya gk romantis jg sih.
Bagi para wisatawan yang datang dari luar makassar, di sekitar pantai losari sudah banyak tersedia hotel dan penginapan dengan harga yang  variatif. Bagi para backpacker, Hotel murah pantai losari juga banyak tersedia disana. jadi gak perlu kuatir. Dan yang lebih unik sepertinya pemerintah kota makasar memang memperhatikan kebutuhan wisatawan dengan menyediakan akses internet wifi gratis tanpa login di sepanjang pantai losari. its so cool right. jadi gak ada tuh istilah kebelet online. Mau online ya tinggal online tanpa kesulitan.
Untuk masuk ke wisata pantai losari, wisatawan tidak di pungut biaya sepeserpun, pengunjung hanya perlu membayar uang untuk parkir. Toilet, kamar mandi dan mushola pun sudah tersedia di pantai losari. Untuk memanjakan perut wisatawan, di sana tersedia beraneka masakan khas makassar, seperti pallu butung, jajanan pisang epek, es pisang ijo, menu sop konro dan coto makassar. Tinggal pilih saja ada banyak tenda2 yang menjajakan makanan2 khas makasar. Kali ini kami mencoba makan pisang epeh ini semacam pisang bakar yang dipenyet atau dipipihkan kemudian diberi kucuran sirup gula aren dan toping sesuai selera kita bisa keju atau meses coklat atau bisa jg dengan durian. hmmm banget. Pisang epeh disini bisa kamu beli dengan harga mulai 12rb rupiah saja (dapat pisang 4 potong)



2. Belanja Oleh-Oleh di Jalan Somba Opu 16.00 - 19.00 WITA
Seperti menjadi peraturan tak terlulis kalau selepas mengunjungi suatu daerah entah itu untuk dinas atau untuk sekedar jalan2 kita wajib hukumnya membawa oleh2 kalau gak bawa ntar dikira pelit cint. Berdasarkan info dari temen yang asli Makasar Kalau ke Makasar buat nyarioleh2 bisa dateng ke jalan Somba Opu. Dari Pantai Losari ke Jalan Somba Opu sebenernya cukup deket, bisa dengan jalan kaki. Tapi karena aku harus menghemat waktu dan takut nyasar dan sudah gempor juga, jadi aku putuskan buat naik taksi lagi ke sana. Jalan Somba Opu berada di kelurahan Maloku, Kec. Ujung Pandang, bagian barat kota Makassar. Membentang dari utara ke selatan dengan panjang ± 1 Km, jalan ini bersebelahan dengan Jalan Penghibur, yang merupakan lokasi Pantai Losari. Jalan ini juga berada tidak jauh dari Fort Rottedam yang berada di Jalan Ujungpandang. Begitu sampai kita disambut dengan gerbang selamat datang bertuliskan Shopping Center. seketika mataku berbinar. sepajang jalan banyak toko-toko yang menjual souveir2 Khas Makasar, ada pula makanan khas, obat2an toko emas dan lain lain. Setelah melihat2 sedikit aku tertarik membeli oleh2 yang iconic dari makasar yaitu sirup markisa, kacang mente disko. Dan sebagai pecinta barang-barang etnik tidak lupa jg beli kain tenun lalu beberapa souvenir lain. Menariknya di Jalan Somba Opu ini juga terkenal sebagai pusat penjualan emas di Makasar. Jadi gak heran kalau selain banyak toko oleh2 disini juga banyak sekali toko emas. Konon katanya emas yang dijual disini lebih berkualitas dan kadar emas lebih tinggi dari pada di jawa. Sayangnya waktu berkunjung di Makasar saya belum gajian jadi gak  beli emas. Kalau kalian mau berkunjung dan belanja oleh2 di Jala Somba Opu kalian bisa datang mulai siang  dan sebagian besar toko souvenir tutup sampai larut malam. Tapi kalau Toko emas biasanya sore saja mereka sudah banyak yang tutup. 

gerbang  Jalan Somba Opu (Celebesonline)


Bandara Hassanudin 19.00 -21.00 
Setelah puas berbelanja kemudian aku putuskan saja untuk langsung ke Bandara karena takut ketinggalan pesawat. Kaki sudah sangat lelah dan mata juga sudah cukup ngantuk dan perut keroncongan. Sesampainya dibandara pukul 19.30 aku menyempatkan makan malam dulu di salah satu restoran di Bandara yang menjual coto makasar. dan melihat2 sedikit mencari apa yang menarik. Aku rasa bandara ini sangat berkembang pesar. sangat bersih dan megah. tapi sayang alurnya masih sedikit ruwet. sempat dibikin bingung juga karena gate yang tertera di tiket dan gate sebenernya berbeda dan harus riwa riwi untuk cari2 informasi ke petugas yang juga sangat gak membantu. harus aktif sendiri buat nyari2 dimana gate pesawat kita. Ah semoga manajemen Bandara Hasanudin bisa memperbaiki sistem dan layanannya

Oke segitu saja, see you next time Makasar.

Share:

Thursday, May 7, 2015

KUIL DEWA MURUGAN "BATU CAVE" MALAYSIA

Saya Di Depan Patung emas Dewa Murugan
Saya Di Depan Patung emas Dewa Murugan
To night is Saturday Night. Malam minggu. Tapi berhubung pacar saya sedang bekerja jauh di laut lepas sana, dan memang saya jarang sekali bermalam mingguan, maka seperti biasanya saya duduk di kamar ditemani 3 sahabat karib saya yaitu secangkir coffee latte hangat, agar-agar coklat dan musik. Kali ini, 3 sahabat karib saya  akan menemani saya menulis. Dalam note ini Saya akan berbagi sedikit pengalaman ketika mengunjungi Batu Cave Malaysia. Apa itu Batu Cave?

"Batu Cave terletak sekitar 13 Km ke arah Utara dari pusat kota Kuala Lumpur. Dikenal dengan nama Batu Caves, tempat ini merupakan tempat wisata sekaligus tempat ibadah umat Hindu. Tempat ini identik dengan patung dewa Murugan yang tingginya mencapai 42,7 meter. Dari pusat kota kawasan ini dapat ditempuh selama 30-45 menit dengan kendaraan pribadi."Dari KL menuju ke Batu CavesSepanjang perjalanan tak terlalu banyak hal menarik yang bisa di lihat,perjalanan lebih di dominasi lahan kosong. Namun begitu mendekati lokasi Batu Cave, dari kejauhan,saya sudah bisa melihat jajaran tebing-tebing  kapur yang di penuhi tumbuhan hijau di hampir seluruh permukaannya.  Saat  memasuki kawasan batu caves, saya di sambut sebuah patung dewa berwarna hijau (entahlah apa namanya,tapi seperti hanoman) yang cukup tinggi. Saya terus bejalan menyusiri jalan ke arah kanan menuju lapangan utama  kuil batu caves yang terdapat patung dewa murugan setinggi 42,7 m yang di cat berwarna emas . Saat itu suasananya sangat ramai dengan para pengunjung yang barutiba atau pun baru turun dari ratusan anak tangga yang menuju mulut goa. Di lapangan ini terdapat banyak sekali burung merpati yang nampak asik menikmati jagung-jagung kering yang di lempar para pengunjung.

di depan patung dewa murugan  dan kawanan dara


Tidak mau membuang-buang waktu saya pun berjalan mendekati anak tangga pertama yang akan mengantar saya menuju mulut goa. Sebenarnya jumlah anak tangga di sini tak terlalu banyak, hanya berjumlah sekitar 272 anak tangga saja. Namun yang menjadikanya nampak begitu melelahkan untuk di naiki adalah kecuraman tangga di sini yang saya bilang cukup exstrim. Satu demi satu anaktangga saya titih, dan saya harus berhenti beberapa kali untuk mengatur napas.Di sini juga terdapat monyet-monyet nakal yang kadang mengganggu para wisatawan,jadi harus hati-hati. Sedikit tips dari saya adalah "Jangan memegang pegangan tangga" karena pegangannya kotor, lembab dan banyak sekali kotoran monyet. :-p

menaiki 272 anak tangga

Sesampainya di mulut goa, saya di suguhi pemandangan yang luarbiasa cantik, juntaian stlaktif berbagai bentuk yang menyatu dengan dinding goamemberi kesan dramatis. Goa ini tak sesakral yang saya pikir,karena tepat didepan mulut goa terdapat beberapa lapak yang menjual berbagai macam sovenir,dari mulai yang berhubungan dengan goa sampai yang tak terlalu ada hubunganyapun ada di sini.  Begitu memasuki goa,saya seperti  sedang  berada disebuah aula yang sangat besar dan tinggi, serta bau-bau an dupa india. Di sini terdepat beberapa bangunankuil dan patung-patung india yang menyatu dengan dinding goa. Setelah melewati ruangan ini,saya berjalanterus meniti beberapa anak tangga lagi untuk sampai di ujung goa yang takmemiliki atap, di sini kita bisa langsung menatap langit  dan hijaunya pepohonan di atas goa ,di sini juga terdapat sebuah bangunan (kuil sepertinya) yang nampak takterlalu terawat.

Goa ini sangat eksotis, dengan atmosfer budaya India yang kental serta lukisan alam yang begitu indah. Sayangnya banyak kuil-kuil di dalamnya yang kotor dan tidak dirawat dengan baik. Yang membuat saya heran kuil di dalam goa seperti ini kenapa bisa dikunjungi banyak sekali wisatawan asing.?  Padahal kalau boleh berkomentar, di Indonesia lebih banyak goa-goa alam yang lebih indah, lebih epic dan lebih eksotik dari pada Goa Batu Cave. terlepas dari itu harus saya akui pemerintah Malaysia cukup lumayan hebat dalam mepromosikan wisata di negaranya. Namun Indonesia pasti bisa lebih hebat dari ini.

Bagi teman-teman yang ingin mengunjungi Batu Cave Malaysia, ada beberapa tips yang ingin saya bagikan. in case you need it,

Tips :
1. Rencanakan kunjungan di pagi hari atau sore hari untuk menghindari panas matahari di siang bolon
2. Siapkan stamina untuk menaiki 272 anak tangga, istirhatlah sejenak bila kelelahan
3. Hati-hati dengan barang bawaan karena di sekitar tangga terdapat kera yang berkeliaran
4. Hindari bulan Februari saat perayaan festival Thaipusam karena tempat ini akan menjadi lautan manusia, kecuali bila tujuan kunjungan untuk berbaur dengan mereka


Ok guys, itu dulu ulasan wisata di Malaysia yang saya bagi untuk kalian kali ini. tunggu posting note saya berikutnya ya

Good Night

-M-
Share:

SEBERKAS CAHAYA TOSCA DI KAWAH IJEN BANYUWANGI

indahnya kawah ijen
indahnya kawah ijen
Beberapa minggu yang lalu ketika saya berkunjung ke negri tetangga Malaysia, ada suatu keanehan yang menyembul dikepala.. ada pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan saya sendiri malas mencari tahu jawabannya.  Bagaimana bisa Negri Jiran Malaysia yang hanya negara kecil, sumber daya alam terbatas, bahkan mereka merdeka jauh setelah Indonesia malah mampu tumbuh berkembang menjadi negara maju yang tertata begitu rapi. Tempat wisata di Malaysia tidak banyak dan tidak seindah / seeksotis negriku Indonesia, tapi negara ini sukses menarik banyak wisata baik domestik maupun mancanegara untuk datang berkunjung ke Malaysia.  Tahun ini adalah tahun Visit Malaysia 2014 sehingga layak saja begitu banyak wisatawan yang datang ke sana.

Saya yang punya sentimen sendiri dengan Malaysia, ingin menuliskan sebuah ulasan wisata dari negeri saya sendiri "Indonesia" yang jauh-jauh-jauh lebih indah dibandingkan Malaysia. Dalam tulisan ini saya akan menuliskan pengalaman saya ketika berkunjung ke sebuah tempat eksotis di ujung timur pulau jawa, dimana di sana kita bisa melihat "blue fire" alami yang mungkin tidak bisa dilihat di tempat lain manapun di dunia. Saya akan mengajak kalian semua menikmati indahnya kawah ijen di perbatasan Bondowoso - Banyuwangi Jawa timur

Kawah Ijen merupakan salah satu kawah paling asam terbesar di dunia. Yaitu memiliki tingkat keasaman  mendekati nol, sehingga bisa melarutkan tubuh manusia dengan cepat. Selain itu, suhu kawah yang mencapai 200 derajat celcius menambah takjub akan kawah yang sangat besar ini. Namun, dibalik semua itu, ternyata kawah ini menyajikan pesona keindahan yang menakjubkan

Saya berkunjung ke kawah ijen terakhir kalinya adalah sekitar 2 tahun lalu, namun masih begitu jelas ingatan saya tentang tempat wisata eksotis satu ini. DIngin udara yang menusuk sampai ke tulang, berhiking sampai dengan ketinggian 2386 mdpl dengan lapisan udara yang tipis membuat saya kelelahan sebelum akhirnya menikmati indahnya panorama kawah ijen. namun pengorbanan yang saya lakukan sangat sepadan dengan pemandangan indah yang saya dapatkan

Kawah Ijen dari atas Gunung Ijen terlihat sangat indah. Kawah ini merupakan danau yang besar berwarna hijau kebiruan dengan kabut dan asap belerang yang sangat memesona.  Selain itu, udara dingin dengan suhu 10 derajat celcius, bahkan bisa mencapai suhu 2 derajat celcius, akan menambah sensasi tersendiri.


Saat pagi hari, ketika matahari mulai menyinari kawasan Kawah Ijen, pemandangan yang indah dapat kita nikmati. Kawah Ijen yang berwarna hijau kebiruan akan ditambah cahaya matahari yang berwarna keemasan memantul di kawah tersebut. Di sekitar lereng kawah terhampar pohon Manisrejo yang berdaun kemerahan, sedangkan batuan dinding kawah berwarna belerang, kekuningan, kondisi-kondisi inilah yang membuat panorama alam disini begitu mengesankan untuk dinikmati. Selain itu fenomena alam lain yang terdapat di kawah Ijen yang tidak boleh dilewatkan adalah Blue Fire atau Api Biru, yang muncul di tengah-tengah penambangan sulphur, dan hanya bisa dilihat pada malam hari hingga menjelang dini hari.
Bersama para Traveler
Bersama para Traveler
blue fire
blue fire



Pemandangan menjadi lebih unik lagi ketika dari celah celah tebing curam terlihat begitu banyak para penambang belerang yang naik turun di sela-sela lereng kawah. Sekitar kurang lebih 100 orang membawa bebatuan kekuning-kuningan yang diatas pundaknya terlentang sebatang bambu dengan sejenis keranjang bambu yang dipenuhi puluhan kilogram belerang didalamnya yang tergantung disisi kanan kirinya. Beban yang dipikul memiliki berat yang beragam mulai 80 kg sampai dengan 120 Kg. tiap orang mondar-mandir, menggali belerang, naik turun, menuruni lereng beberapa kilometer sebelum beban dijual dipelelangan, dalam sehari dapat terkumpul belerang berkisar 6 sampai 7 ton. Itulah pemandangan alami kawah ijen kesehariannya. Mereka dengan berani mendekati danau untuk menggali belerang dengan peralatan sederhana lalu dipikul dengan keranjang. Para penambang belerang ini mengambil belerang dari dasar kawah. Di sini asap cukup tebal, namun dengan peralatan penutup hidung sekadarnya seperti sarung, mereka tetap mencari lelehan belerang. Lelehan belerang didapat dari pipa yang menuju sumber gas vulkanik yang mengandung sulfur. Gas ini dialirkan melalui pipa lalu keluar dalam bentuk lelehan belerang berwarna merah. Setelah membeku belerang berwarna kuning. setelah belerang dipotong, para penambang akan mengangkutnya dengan cara dipikul  melalui jalan setapak. Beban yang dipikul cukup berat antara 80 hingga 100 kg. Para penambang sudah terbiasa memikul beban yang berat ini sambil menyusuri jalan setapak di tebing kaldera yang begitu curam menuruni gunung sejauh 3 kilometer.

hmmmmm.....
Indahnya panorama alam kawah ijen yang sungguh sangat menawan berpadu dengan kerasnya hidup dan perjuangan para penambang belerang di kawah ijen melebur menjadi satu kesatuan yang unik dan menjadi daya tarik lokasi wisata kawah ijen. saya bersyukur dilahirkan di tanah Indonesia dengan seluruh keindahan alam yang tersebar di dalamnya. Meski begitu saya masih berharap akan ada perbaikan kesejahteraan yang lebih baik untuk rakyat negri ini. khusunya para penambang belerang di sekitar gunung Ijen


Baik lah, kawan-kawan tertarik mengunjungi kawah ijen? jika iya, saya akan berbagi tips untuk mengunjungi kawah ijen beserta akses transportasi yang bisa kita gunakan untuk menuju ke sana

check it out
==================================================================================================================================
Jalur Menuju Kawah Ijen
Untuk menuju Kawah Ijen, terdapat dua jalur utama, yaitu dari arah Banyuwangi dan Bondowoso.   

Rute Perjalanan dari Banyuwangi
Kota Banyuwangi >  Licin > Pal Tuding  > Ijen
Jika menggunakan kendaraan umum, dari kota Banyuwangi kita menuju ke terminal Sasak Perot/Banjarsari. Dari sini kita ganti kendaraan minibus jurusan Licin. Jarak Banyuwangi kota menuju Licin sekitar 15km. Jika menggunakan kendaraan bermotor roda dua atau mobil pribadi dapat ditempuh sekitar 30 menit. Dari desa Licin kita menuju kearah Sodong yang berjarak sekitar 8 km, melewati Jambu bisa ditempuh dengan naik Truk perkebunan atau ojek dan bisa juga dengan travel karena jalanan mudah di lalui oleh kendaraan. Perjalanan melewati perkebunan kopi dan cengkeh serta hutan tropika yang indah. Setelah tiba di Sodong kita melanjutkan perjalanan lagi menuju ke Paltuding sekitar 10km dengan Truk/Ojek. Paltuding merupakan tempat bertemunya jalur lewat dari arah Bondowoso dan arah Banyuwangi.Sekitar 6 km sebelum Pal Tuding kita akan melewati jalan yang dinamakan tanjakan erek-erek yang berupa belokan  sekaligus tanjakan berbentuk S, yang memakan waktu sekitar satu jam, karena jalanan sering rusak oleh air hujan maupun truk pengangkut belerang setiap hari. Di Pal Tuding kita harus melaporkan pendakian kita kepada petugas PHPA, dan membeli tanda masuk. Kita bisa menginap di Pos PHPA ini dengan biaya sekedarnya, juga menyewa sleeping bag bila diperlukan. Dari sini perjalanan ke Kawah Ijen memakan waktu 2jam. Dari Pal Tuding perjalanan terus menanjak melintasi jalan yang cukup lebar dengan pemandangan hutan alam yang indah. Diperlukan waktu 1,5 jam maka kita akan sampai di Pondok Penambangan Belerang. Pondok ini dibuat kantor penampungan hasil belerang yang di dapat dari kawah. Di tempat ini kita bisa membeli minuman dan makanan ringan. Dari Pondok ini hanya diperlukan waktu 0,5 jam lagi melewati jalanan yang datar kita akan sampai di Kawah Ijen.
TIPS
 Saat yangpaling tepat untuk menyaksikan keindahan Ijen adalah pada pagi hari. Sebaliknya, lakukan pesiapan yang cukup jika akan melakukan perjalananpada malam hari, karena medannya cukup berat.
- Jika ingin melihat api biru, pendakianminimal dilakukan pada pukul 11 malam, karena api biru terlihat jelas hinggapukul 3 dini hari
-Jangan menggunakan celana berbahan jins,tetapi pilih bahan kain atau celana cargo. Pilih sandal atau sepatu yang nyamandi kaki.
- Gunakan penutup kepala dan telinga sertajaket  untukmelawan suhu dingin, gunakan penutup kepala & telinga, serta jaket, dan
- Janganminum terlalu banyak, cukup 1 atau 2 teguk setiap 15 menit, untuk mencegahproses pelambatan metabolism  tubuh.
 -Jangan lupa membawa masker/penutup hidup karena untuk menujuKawah Ijen, anda harus menyusuri jalan setapak menyusuri tebing kaldera,kadang-kadang asap belerang tertiup angin melewati jalur tersebut.



Selamat Berwisata dan sukseskan Visit Indonesia 2014

Love

-M-

Share:

Sunday, April 12, 2015

MENGENAL HONG KONG DARI PUNCAK VICTORIA PEAK

Hari itu Jumat, di bulan Februari tahun lalu saya dan beberapa rekan mencoba untuk menjelajah daerah Hong Kong Island. Jika kalian sering melihat film Hong Kong yang menampilkan gedung pencakar langit di HK, mestinya itulah gambaran Hong Kong Island. Berbeda dengan daerah Kowloon yang ‘agak semrawut’ karena orang luar biasa banyak, Hong Kong Island ‘terlihat’ lebih modern dan rapi dengan gedung-gedung berarsitektur modern. Dan tujuan utama kami hari ini adalah ingin melihat keindahan Hong Kong Modern dari puncak. Best spot untuk menikmati indahnya kota dari atas adalah Victroria Peak Tower. namun sebelumnya kami ingin mencoba berkeliling daerah causeway bay untuk sedikit berbelanja.


Selama di Hongkong, kami tinggal di Metropark Wanchai, jadi untuk menuju ke Causeway bay, kami harus menggunakan alat transportasi yaitu MTR (sejenis SUbway) menuju Causeway Bay Station. Begitu keluar dari stasiun dan keluar dari eskalator kita langsung disambut dengan aroma belanja. Ya, SOGO department Store berada di atas stasiun Causeway Bay. Bisa dibilang saya tidak tertarik dengan SOGO di Hong Kong, tidak mewah-mewah amat dibanding SOGO di Jakarta atau Surabaya (ya memang di Jakarta / Surabaya saja kita merasa SOGO itu mewah padahal sebenarnya cuma department store biasa). Keluar dari gedung SOGO kita juga disambut dunia belanja ala window dressing. Sepanjang kita melihat jalan raya, berarti kanan kirinya terdapat toko yang menjual aneka rupa barang. Karena terkendala bagasi dan terkendala dana, saya memutuskan untuk tidak membeli apapun. jadi hanya sekedar cuci mata saja.



Saya di daerah Cause Way Bay


Sekarang tujuan kami adalah menuju Victoria Peak. Untuk ke tempat ini, kita harus naik tram khusus yang namanya Peak Tram. Keluar stasiun Central kita cukup mengikuti petunjuk “Peak Tram”. Jarak stasiun tram ini dari stasiun Central lumayan jauh (utk ukuran kita), jalan kaki perlu setidaknya 15 menit karena jalannya menanjak.
Peak Tram adalah tram khusus yang jalan di jalur menanjak hingga 50 derajat kemiringan. Jalur tram ini sudah dipakai sejak 1888 dan masih awet dan bagus. Harga tiket pulang pergi adalah HKD 33 per orang, jika kalian  ingin masuk ke dalam Madame Tussauds wax museum, terdapat paket combo tram + museum (HKD 190) yang lebih murah. Ada juga paket combo tram + sky terrace (nambah HKD 30 lagi), yang menurut saya tidak terlalu mantap, jadi ignore saja paket sky terrace ini.


Jika biasa di dalam kereta umumnya kita dapat duduk hadap-hadapan, peak tram tidak memungkinkan karena bakal terjungkal. Semua harus duduk menghadap ke atas. Tram ini posisi stasionernya pun sudah miring, sehingga untuk mencari tempat duduk kita perlu berjuang ekstra keras.
Perjalanan dengan tram ini cukup mendebarkan, dengan tenaga mesin yang kuat mengangkut puluhan penumpang menanjak dengan kecepatan hingga 40km/jam. Perjalanan memakan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai Victoria Peak. Stasiun di tebing ini telah disulap menjadi ‘tempat resmi’ melihat Hong Kong dari atas. Tempat ini berbentuk mirip cawan, terdapat puluhan toko menjual cinderamata dan restoran juga. Pemandangan dari tempat setinggi ini memang sangat indah. Beberapa orang dan referensi yang saya dapat, best view di sini adalah saat malam hari. jadi kelihatan tuh indahnya kota Hong Kong dengan kerlap-kerlip lampunya. sayang sekali ketika kami ke sana adalah di siang hari dan suasana sedang berkabut karena saat puncak musim dingin. udara di atas Victoria peak saat itu mencapai 8 Derajat yaitu suhu terdingin sepanjang musim. namun udara yang begitu dingin tidak menyurutkan niat kami untuk mengeksplore indahnya negara yang masih merupakan bagian dari Republic Rakyat China ini.

30 menit saya dan teman-teman mengitari puncak the peak ini, melihat-lihat dan membaca wall of fame yang menceritakan kisahs sejarah Hong Kong Kuno. Dari Wall of Fame inilah saya mengetahui asal nama Hongkong berasal dari kata “ Heung Kong “ yang artinya “ pelabuhan harum. Dalam dialek Canton (Bahasa Resmi WargaHong Kong)  dikenal dengan istilah “ Heung Gong “ yang artinya pelabuhan semerbak “.Adapun Kowloon artinya “ Sembilan Naga”.Namun julukan Hongkong sebagai kerajaan penyamun juga tidak meleset.Sebab pada waktu para pedagang dari Portugis datang pada abad ke – 16.Hong kong merupakan kumpulan desa nelayan dan pertanian.Karena penduduknya jarang,teluk-teluk dan pulau – pulau kecil sepanjang pantainya yang panjang dan berkelok-kelok menjadi tempat bersarang bajak laut yang menggangu pelayaran sepanjang pantai cina selatan.Oleh karena itu tidak banyak penduduk yang berani bertempat tinggal di situ. hmmm daerah yang dulunya merupakan tempat pelabuhan biasa yang kumuh dan menjadi sarang bajak laut itu kini berubah menjadi daerah kawasan wisata dan industri modern yang maju, dan megah. Hong Kong mampu menggabungkan culture China yang kental dikawinkan dengan modernisasi gaya barat yang liberal. Karena memang penduduk Hong Kong campur aduk. 98 persennya berasal dari Cina daratan.sedangkan sisa nya terdiri dari orang – orang Inggris,Amerika,Portugis dan Jepang.Selain itu Hongkong merupakan tempat rendezvouz bagi budaya timur,khususnya adat-istiadat Cina dengan budaya barat.Hongkong kini telah menjadi pusat perdagangan dan industri yang menakjubkan.Di samping pembaharuan di bidang teknologi,Hongkong juga merupakan sorga bagi pelancong yang berbelanja setiap tahunnya.


Dalam segala kebesarannya dan kemegahannya itu,sebenarnya Hongkong hanya terdiri dari tiga wilayah yakni : Pulau Hongkong yang luasnya 32 mil persegi ( yang diperoleh Inggris melalui perjanjian Nanking 1842). Semenanjung Kowloon yang luasnya 3,75 mil persegi ( diperoleh melalui perjanjian Tietsin tahun 1860,termasuk beberapa pulau kecil dan pulau Stonecutter ) dan wilayah baru atau new territories ( yang disewa inggris selama 99 tahun,diperoleh melalui perjanjian Peking tahun 1898). New territories ini seluas 365 mil persegi atau 10 kali luas bagian koloni lainnya. Negara Kecil bukan. Namun bandingkan dengan Indonesia. ulala so much different


Di atas puncak Victoria peak

Spot Foto diVictoria Peak


Puas menyimak history Hong Kong, kami memutuskan untuk meluangkan sedikit waktu tambahan untuk menikmati semilir udara dingin dan melihat indahnya Hongkong dari atas. sisi kanan kami bisa melihat bukit-bukit hijau dengan beberapa rumah bergaya china kuno dberdiri anggun di sana. sedangkan sisi kiri adalah pemandangan dataran rendah Hong Kong dengan gedung pencakar langit yang memenuhi hampir seluruh kotanya. sungguh pemandangan yang sangat kontras. ini lah Hong Kong. Unik. Menarik. Futuristik

Happy Traveling
-M-
Share:

KEHIDUPAN MALAM ALA LAN KWAI FONG

Malam itu sebenarnya kami sudah mulai lelah. Kami baru saja selesai menghadiri undangan pesta ulang Tahun Kantor tempat kami bekerja. Acara itu diselenggarakan di Dinasty Club yang berada di daerah Causeway bay Hong Kong. Dalam acara itu kami harus menunjukkan beberapa suguhan / tarian Indonesia di depan puluhan tamu dari berbagai negara (Nepal, Filipina, Hongkong, Korea dll). Sungguh kami lelah, lelah mempersiapkan perfomance ini selama berhari-hari lamanya. Dan begitu acara ini selesai dengan sukses, maka ada kelegaan tersendiri sehingga kami merasa perlu merayakan kesuksesan kami dengan party sampai pagi.

Mataku sudah berat. Hari itu juga masih dingin saja. Udara masih berkisar antara 8- 10 Derajat celcius. Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 Malam waktu Hongkong. saya ingin sekali tidur, namun karena kesepakatan bersama akhirnya okelah saya ikutin saja suara terbanyak rekan-rekan, yaitu "Party till Drop", sambil menikmati suasana malam di Hongkong. Akhrinya kami memutuskan untuk mengunjungi satu daerah terkenal di Hongkong yaitu Lam Kwai Fong. Lan Kwai Fong merupakan sebuah nama jalan. Disinilah terdapat lebih dari 100 restoran , bar, klub dan toko-toko. Termasuk Hard Rock juga ada disini. Daerah ini benar-benar ramai pengunjung, baik yang berada didalam ruangan ataupun di pinggir-pinggir jalan. Mereka berkumpul bergerombol bersama teman-temannya. Kesenangan malam hari mereka lampiaskan disini beramai-ramai. Selain banyak orang, daerah ini cukup bising, bagaimana tidak berisik, suara musik dari masing-masing Cafe begitu menghiasi daerah ini. Jangan kaget kalau di sini akan banyak kita jumpai orang-orang bule dan  turis2 lagi mabuk-mabukan 
malam di lan kwai fong
Lan Kwai Fong adalah titik dunia malam paling populer di Hong Kong dan mewadahi 90 restoran dan bar dan ditambah lagi berkat dominasi Hong Kong di perfilman Asia, pusat pesta malam ini begitu terkenal hingga rambu jalan resminya lebih sering difoto daripada selebriti yang mengunjungi klubnya.


Di depan Hard Rock Cafe HK
Lan Kwai Fong memang sudah menjadi rahasia umum terkenal sebagai salah satu tempat nongkrong para pekerja kantoran di sekitar kawasan Central. Bukan hanya faktor makanannya yang nikmat dan lezat, namun suasana yang bersahabat dan juga atmosfir yang kondusif dengan panorama perkotaan yang indah menjadi salah satu daya tarik utama. Testimoni orang-orang sih begitu. Namun kalau ditanya pendapat saya sendiri sih, saya kurang cocok dengan kehidupan macam ini.
Selain restoran, di Lan Kwai Fong ini kita juga bisa menemukan berbagai macam cafe yang menawarkan kopi dengan banyak variasi dan juga olahannya. Kita bisa menikmati secangkir kopi yang nikmat atau segelas kopi dingin dengan dicampur es krim yang tentu akan semakin menambah indah malam di Lan Kwai Fong ini.
Bagi penikmat wine, kawasan wisata kuliner yang satu ini selalu menyediakan tempat bagi para penggemar wine. Dan pastinya kita bisa memilih menu wine yang kita inginkan sesuai selera.




Saking banyaknya cafe di sini kami sempat bingung mau masuk ke Cafe yang mana. dan setelah berkeliling2 sebentar kami akhirnya kami memutuskan untuk masuk ke sebuah cafe yang lumayan terkenal di Dunia yaitu Hard Rock Cafe. cukup bayar HKD $60 atau sekitar Rp 120rb saja (kalau tidak salah itung HKD $1 = Rp 2000 pada waktu itu) kita sudah bisa masuk ke cafe ini dan menikmati free orange jus/  soft drink coca cola sepuasnya dan cemilan kripik kentang sepuasnya serta menikmati live musik sepuasnya. Bagi orang-orang berjilbab seperti saya ini sebenernya cukup khawatir untuk masuk di sini. takutnya sih mendapat perlakuan diskriminatif dari orang-orang sekitar. Tapi ternyata saya salah besar. Rata-rata warga Hongkong dan pengunjung lainnya cuek sih. PRamusaji juga cukup sopan. mereka menawarkan dulu apakah saya mau minum wine / alkohol atau tidak, kemudian setelah saya mengatakan bahwa saya tidak minum alkohon/wine dan kawan-kawannya mereka dengan ramah menawarkan saya minuman soft drink / orange juice. Saya rasa saya cukup nyaman berada di dalam sini. Interiornya bergaya Amerika dengan hiasan dinding plakat musik, dan ornamen elvis presley. Mata saya menjelajah sekitar, melihat bule-bule lagi asik berjoget ria di depan stage, menikmati musik dengan distorsi tinggi. Bagaimanapun kerasnya suara dentum musik, tetap saja mata saya semakin berat saja. Tampaknya rekan-rekan saya juga begitu. Terang saja ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 02.00 pagi. Hard Rock Cafe Hongkong masih rame, namun sudah waktunya kami pulang.



Pengalaman yang memperkaya wawasan akan dunia malam Hongkong ini akan selalu saya kenang. menyenangkan bisa melihat dunia luar yang penuh gemerlap dan hura-hura. Bagi saya pribadi saya beruntung karena bisa tau secara langsung, namun kehidupan seperti ini "bukan gue Banget". Selama berada di sana kok jadi ingat Bapak-Ibu di Indonesia yang mungkin jam segini sedang tidur terlelap di rumah, atau bahkan mungkin lagi sholat tahajut. Hehehehe... Kalau boleh memilih sebenernya lebih enak di Surabaya. bobok cantik saja di rumah. Sekali-sekali boleh lah buat nambah wawasan. Untuk kalian yang suka "nightlife" monggo dicoba untuk berkunjung ke Lam Kwai Fong, Central District Hongkong

Happy Traveling

-M-
Share: